
Washington DC, Senin 19 Januari 2026- Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev secara resmi menyatakan kesediaannya untuk bergabung dengan Dewan Perdamaian, sebuah inisiatif internasional yang diusulkan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump
Keputusan ini diambil setelah Tokayev menerima undangan resmi dan menyatakan keinginannya untuk berkontribusi secara nyata dalam mewujudkan perdamaian yang stabil di kawasan Timur Tengah
Juru bicara kepresidenan Kazakhstan, Ruslan Zheldibay, menyampaikan pada hari ini, bahwa Presiden Tokayev merupakan salah satu pemimpin pertama yang merespons positif undangan tersebut
Dalam surat balasan yang dikirimkan kepada Presiden Amerika Serikat, Tokayev mengungkapkan rasa terima kasih dan mengonfirmasi persetujuannya untuk menjadi bagian dari asosiasi baru ini
Zheldibay menambahkan bahwa partisipasi ini mencerminkan komitmen Kazakhstan dalam memperkuat kepercayaan antarnegara serta mendukung stabilitas global
Menurut laporan media Tengri dan dokumen yang dilihat oleh Reuters, dewan ini akan dipimpin seumur hidup oleh Donald Trump
Fokus utama organisasi pada tahap awal adalah menangani konflik di Gaza, yang kemudian akan diperluas untuk menangani berbagai konflik internasional lainnya
Meskipun terdapat 60 negara yang diundang untuk berpartisipasi, informasi yang beredar menyebutkan bahwa keanggotaan tetap dalam dewan tersebut memerlukan kontribusi sebesar US$1 miliar
Langkah Kazakhstan ini menempatkan negara tersebut sebagai salah satu mitra awal dalam struktur diplomasi baru yang dirancang oleh Trump untuk menangani krisis di Timur Tengah
sumber: Reuters via The Straits Times