
SURABAYA, 19 JANUARI 2026 – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan pembangunan Flyover Taman Pelangi segera memasuki tahap pelaksanaan setelah seluruh proses pembebasan lahan dinyatakan rampung.
Seluruh warga yang sebelumnya bermukim di kawasan Kampung Taman Pelangi telah menerima ganti rugi melalui mekanisme konsinyasi, sehingga tidak ada lagi hambatan untuk memulai proyek infrastruktur strategis tersebut.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meninjau langsung pembongkaran bangunan bekas rumah warga di kawasan Taman Pelangi, Kamis (15/1/2026). Ia memastikan seluruh bangunan akan diratakan dalam waktu maksimal dua hari sebagai bagian dari percepatan pembangunan flyover.
“Seluruh bangunan di Taman Pelangi sudah dikonsinyasi dan warga telah menerima haknya. Hari ini kita tuntaskan perobohan rumah, sehingga pembangunan flyover bisa segera diproses. Kementerian Pekerjaan Umum sudah menjadwalkan survei dan pelaksanaannya dimulai tahun ini,” ujar Eri Cahyadi.
Pembangunan Flyover Taman Pelangi akan dilaksanakan secara tahun jamak (multiyears) pada 2026–2027 dengan nilai anggaran mencapai sekitar Rp350–400 miliar. Proyek ini berada di bawah kewenangan Kementerian Pekerjaan Umum dan ditargetkan rampung pada awal 2027.
Selain untuk mengurai kemacetan lalu lintas di kawasan Surabaya selatan, flyover ini juga menjadi bagian dari solusi jangka panjang penanganan banjir di simpul Taman Pelangi yang selama ini kerap tergenang.
Dengan dibongkarnya bangunan warga, Pemkot Surabaya akan memperlebar saluran drainase yang selama ini dinilai tidak optimal akibat saluran terputus dan kapasitas yang terbatas.
“Saluran yang ada selama ini tidak lancar karena terputus dan sempit. Setelah area ini bersih, kami akan memperbesar saluran agar aliran air bisa mengalir dengan baik,” jelas Eri.
Ia pun telah menginstruksikan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya untuk segera melakukan penyesuaian kapasitas drainase di kawasan tersebut sebagai bagian dari percepatan pengendalian banjir.
Menurut Eri, tidak ada lagi kendala dalam proses pembongkaran karena seluruh persil telah dikonsinyasi. Pemkot Surabaya juga telah menyampaikan perkembangan ini kepada Kementerian PU agar tahapan pembangunan dapat dimulai lebih cepat.
“Harapannya, pekerjaan fisik bisa dimulai paling lambat akhir triwulan pertama atau awal triwulan kedua tahun ini, sehingga kemacetan di titik paling padat Surabaya selatan ini bisa segera berkurang,” katanya.
Dari sisi perencanaan teknis, desain flyover telah disepakati bersama Kementerian PU sejak tahun lalu. Saat ini proyek memasuki tahap penyusunan Detail Engineering Design (DED), dilanjutkan dengan proses lelang dan pekerjaan konstruksi.
Flyover Taman Pelangi direncanakan memiliki dua hingga dua setengah lajur dan akan menjadi simpul penting pengurai kemacetan di jalur Ahmad Yani dan sekitarnya.
Selain itu, Wali Kota Eri menegaskan kawasan Taman Pelangi merupakan titik pertemuan sejumlah aliran drainase yang selama ini menjadi penyebab banjir. Oleh karena itu, optimalisasi saluran dan rumah pompa di wilayah Surabaya selatan akan dilakukan agar aliran air tidak lagi menumpuk di kawasan tersebut.
“Ini adalah simpul kemacetan sekaligus simpul banjir. Dengan penataan drainase dan pengaturan aliran air ke Kali Surabaya, kita harapkan persoalan banjir dan kemacetan bisa tertangani secara bersamaan,” tegasnya.
Pemkot Surabaya menargetkan percepatan pembangunan di simpul Taman Pelangi dapat mulai terealisasi tahun ini, sehingga kemacetan parah di kawasan tersebut bisa terurai secara signifikan dalam waktu dekat.