
Jakarta, Senin 19 Januari 2026 – Kementerian Pertanian (Kementan) menyalurkan 400 dosis vaksin darurat untuk penyakit Lumpy Skin Disease (LSD) yang dilengkapi obat hewan, multivitamin, desinfektan, dan alat kesehatan bagi peternak sapi di Kabupaten Jembrana, Bali.
“Langkah ini dilakukan untuk memutus penularan LSD yang sempat menjangkiti puluhan sapi dan berpotensi mengganggu ekonomi peternak,” kata Direktur Kesehatan Hewan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementan Hendra Wibawa dalam keterangan di Jakarta, Senin (19/1/2026) dikutip Antara.
Hendra mengatakan, Kementerian Pertanian menyerahkan vaksin tersebut kepada Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan di Desa Manistutu, Kecamatan Melaya, Jembrana.
“Ini merupakan tahap pertama bantuan Kementan sebagai respons darurat atas terdeteksinya penyakit LSD di Kabupaten Jembrana,” ujarnya.
Pihaknya juga mengimbau peternak agar segera melapor jika menemukan gejala benjolan pada kulit sapi. Selai itu, peternak tidak boleh memasukkan dan mengeluarkan ternak dari kandang di zona tertular serta selalu menjaga kebersihan kandang.
“Petugas akan langsung memeriksa dan mendiagnosa apakah itu suspek LSD atau penyakit kulit biasa,” ucapnya.
Hendra juga mengingatkan apabila ditemukan indikasi sakit, segera dilakukan isolasi mandiri dengan memisahkan ternak tersebut dari kawanan yang sehat dan segera melaporkan ke petugas agar segera mendapatkan penanganan.
Sementara itu, Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan berharap dengan adanya sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dapat melindungi ternak di wilayahnya dari berbagai penyakit termasuk LSD.
“Hari ini kami menerima peralatan lengkap untuk mencegah penyakit LSD. Ada vaksin, obat-obatan, multivitamin, dan juga disinfektan,” kata Kembang.
“Ini upaya kita mempercepat penanganan penyebaran LSD pada sapi. Kolaborasi yang luar biasa hari ini, pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, dan masyarakat peternak. Semoga segera bisa kita selesaikan,” imbuhnya.