
SURABAYA, 19 JANUARI 2026 – Jawa Timur mencatatkan kinerja investasi di atas ekspektasi sepanjang 2025. Total realisasi investasi di provinsi ini menembus Rp147,7 triliun atau melampaui target Renstra 2025–2026 yang ditetapkan sebesar Rp147,5 triliun.
Pencapaian ini menandai kuatnya daya tarik Jawa Timur di mata investor domestik maupun asing.
Data Kementerian Investasi/BKPM RI menunjukkan, capaian tersebut ditopang oleh Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp101,8 triliun dan Penanaman Modal Asing (PMA) senilai Rp43,3 triliun. Sementara investasi Usaha Mikro dan Kecil (UMK) turut berkontribusi Rp2,6 triliun sepanjang tahun 2025.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menilai dominasi PMDN mencerminkan optimisme pelaku usaha nasional terhadap stabilitas ekonomi dan iklim investasi di Jawa Timur, meski ekonomi global masih diwarnai ketidakpastian.
Pada Triwulan IV 2025, realisasi investasi non-UMK Jawa Timur mencapai Rp40 triliun, tumbuh 31,6 persen secara kuartalan dan meningkat 11,4 persen secara tahunan. Capaian ini sekaligus menempatkan Jawa Timur di posisi ketiga nasional dengan kontribusi 8,1 persen terhadap total investasi nasional.
Khofifah menegaskan, konsistensi pemerintah daerah dalam menjaga kepastian hukum, percepatan perizinan, serta penguatan infrastruktur menjadi faktor kunci keberlanjutan investasi di daerah. Akses tol Trans Jawa, efisiensi pelabuhan, serta stabilitas keamanan wilayah disebut terus diperkuat untuk menjaga kepercayaan investor.
Selain investasi skala besar, pertumbuhan investasi UMK juga menjadi perhatian. Nilai investasi UMK sebesar Rp2,6 triliun dinilai strategis karena menunjukkan meningkatnya kesadaran pelaku usaha kecil untuk masuk ke sektor formal melalui kepemilikan Nomor Induk Berusaha (NIB).
Pemprov Jawa Timur, lanjut Khofifah, akan terus mendorong investasi yang inklusif dan berkelanjutan melalui kemitraan investor besar dengan UMKM lokal agar manfaat ekonomi dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat.
Memasuki 2026, Jawa Timur menargetkan peningkatan kualitas investasi dengan fokus pada sektor berteknologi tinggi, ramah lingkungan, dan padat karya, guna memperkuat posisinya sebagai salah satu motor pertumbuhan ekonomi nasional.