
JAKARTA, 15 JANUARI 2026 – Di tengah kondisi overcapacity dan perlambatan pasar semen domestik sepanjang 2025, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) menegaskan strategi bertahan sekaligus bertumbuh melalui penguatan kolaborasi dan transformasi bisnis. Langkah ini ditegaskan dalam SIG Infrastructure Summit bertema Bangga Bangun Indonesia.
Direktur Sales dan Marketing SIG Dicky Saelan mengatakan, SIG tidak memilih mengikuti tekanan pasar, melainkan mempercepat transformasi dengan menghadirkan solusi bahan bangunan inovatif dan layanan konstruksi terintegrasi yang relevan dengan kebutuhan pelanggan di berbagai daerah.
SIG juga memperkuat tata kelola rantai pasok agar lebih efisien serta memperdalam pemahaman terhadap karakteristik pasar regional.
“SIG memperkuat peran sebagai mitra strategis melalui pengembangan semen hijau, produk inovatif, dan solusi konstruksi berkelanjutan,” ujar Dicky dalam kegiatan yang digelar di Bali, Desember 2025.
Melalui forum ini, SIG mempertemukan pelaku industri, mitra bisnis, dan perbankan untuk membuka peluang proyek infrastruktur nasional sekaligus menegaskan kepemimpinannya sebagai penyedia solusi bahan bangunan ramah lingkungan dengan dukungan fasilitas operasi yang tersebar di seluruh Indonesia.
Dari sisi perbankan, VP of Industry and Regional Research Bank Mandiri, Dendi Ramdani, memproyeksikan penjualan semen nasional masih berpeluang tumbuh sekitar 2,5 persen pada 2026, didorong belanja infrastruktur dan sektor properti.
Namun, tantangan overcapacity dan utilisasi yang belum optimal menuntut pelaku industri terus berinovasi dan menciptakan nilai tambah.
Direktur Operasi SIG Reni Wulandari menekankan pentingnya percepatan konstruksi berkelanjutan melalui penggunaan material rendah karbon.
Dalam kesempatan tersebut, SIG memperkenalkan inovasi semen hijau dengan emisi karbon hingga 38 persen lebih rendah dibandingkan semen konvensional dan memiliki TKDN di atas 90 persen.
Salah satu produk unggulan, SIG PwrPro, telah digunakan pada berbagai proyek strategis seperti Thamrin Nine Tower, Kawasan Industri Batang, Flyover Purwosari, hingga Kendal Industrial Park. SIG juga mendorong pemanfaatan bata interlock presisi untuk mendukung program 3 juta rumah per tahun.
Wakil Direktur Utama SIG Andriano Hosny Panangian menegaskan, arah industri konstruksi global yang menuju dekarbonisasi menuntut inovasi material dan teknologi yang adaptif.
“Pembangunan infrastruktur Indonesia harus sejalan dengan transisi rendah karbon agar tetap kompetitif secara global. Melalui forum ini, kami mengajak seluruh pemangku kepentingan memperkuat kolaborasi dan menggali peluang proyek strategis,” ujarnya.
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News