
MALANG, 19 Januari 2026 – Momentum kebersamaan kali ini terasa sangat istimewa, karena dirangkaikan dengan penyerahan penghargaan Program Kampung Iklim (Proklim) tahun 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). Prestasi ini menjadi sebuah capaian yang tidak hanya membanggakan, namun juga sarat makna atas kerja kolaboratif yang telah dibangun bersama.
Hal inilah yang disampaikan Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat saat memberikan arahan dalam apel rutin jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Malang di halaman depan Balai Kota Malang, Senin (19/1/2026). Pada kesempatan ini orang nomor satu di jajaran Pemkot Malang tersebut menyampaikan apresiasinya dan menyerahterimakan penghargaan kepada komunitas Proklim RW 02 Kelurahan Arjosari yang berhasil meraih Trophy Proklim Utama.
Pencapaian 50 besar nasional ini sekaligus menjadi bukti validitas kebijakan kepala daerah yang diterjemahkan melalui aksi nyata dalam memperkuat ilklim dan mereduksi emisi gas rumah kaca. “Apresiasi serupa saya sampaikan juga kepada RW 09 dan RW 02 Kelurahan Arjowinangun, RW 03 Kelurahan Kotalama, serta RW 13 Kelurahan Madyopuro atas perolehan piagam penghargaan Proklim Utama,” tambah Wali Kota Malang.
Pencapaian ini disebutkan Wahyu harus menjadi tolok ukur bagi wilayah lain di Kota Malang. Namun yang perlu diingat adalah terdapat dua hal fundamental dalam menjaga keberlanjutan di tengah tantangan global, yakni kebijakan berkelanjutan dan konsistensi dalam menjaga komitmen yang telah dibangun.
Untuk itu, ke depan pihaknya meminta kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan instansi terkait agar akselerasi program Proklim ini dilakukan secara merata di seluruh kelurahan. “Kita harus memastikan adanya integrasi kebijakan dari hulu ke hilir melalui kolaborasi yang bersifat bottom up maupun top down sebagai upaya penguatan ketahanan ekologi perkotaan kita,” sambungnya.
Lebih dari itu, Wahyu mengatakan bahwa program Proklim ini juga harus menjadi ruang strategis dalam mendukung pelaksanaan program unggulan Dasa Bakti Ngalam Seger, sebagai bagian dari misi mewujudkan lingkungan perkotaan yang indah, kolaboratif, berkelanjutan, dan lestari, demi Menuju Malang Mbois dan Berkelas. “Untuk itu, di momentum apel pagi ini, dengan semangat kebersamaan dan komitmen tinggi, saya berharap semua stakeholder mulai dari perangkat daerah, komunitas, akademisi sampai masyarakat, agar senantiasa menjaga sinergi, meningkatkan kepedulian, dan menguatkan aksi nyata dalam menjaga lingkungan sebagai investasi masa depan Kota Malang,” pintanya.
Lebih jauh Wahyu menyampaikan, dengan semangat kolaborasi yang terjaga dan komitmen yang konsisten, dia meyakini akan dapat memperkuat kualitas lingkungan perkotaan secara berkelanjutan melalui langkah-langkah nyata, terukur, dan berkesinambungan, sehingga Kota Malang tidak hanya mampu menjaga capaian yang telah diraih, tetapi juga meningkatkan daya dukung lingkungan demi kesejahteraan masyarakat serta terwujudnya Kota Malang yang ramah lingkungan, tangguh, dan semakin Mbois dan Berkelas.
Proklim adalah program nasional KLH dalam rangka mendorong masyarakat untuk meningkatkan kapasitas masyarakat serta memberikan penghargaan terhadap upaya-upaya adaptasi dan mitigasi terhadap dampak perubahan iklim dan penurunan emisi gas rumah kaca, yang telah dilaksanakan di tingkat lokal sesuai dengan kondisi wilayah.
Dalam hal ini, sebagai bentuk apresiasi, KLH telah menganugerahkan penghargaan kepada Wali Kota Malang selaku Kepala Daerah Pembina Proklim sebagai apresiasi terhadap penerapan kebijakan-kebijakan yang dinilai mendukung aksi adaptasi dan mitigasi oleh masyarakat dalam menghadapi perubahan iklim.