
Beijing, Senin 19 Januari 2026- Krisis demografi China semakin dalam dengan penurunan populasi untuk tahun keempat berturut-turut pada tahun 2025
Data resmi Biro Statistik Nasional yang dirilis pada Senin (19/1), menunjukkan jumlah penduduk menyusut 3,39 juta jiwa menjadi 1,405 miliar orang
Angka kelahiran merosot tajam sebesar 17% menjadi 7,92 juta, yang menurut ahli demografi Yi Fuxian setara dengan level kelahiran pada tahun 1738, ketika populasi China hanya 150 juta jiwa. Sebaliknya, angka kematian justru meningkat menjadi 11,31 juta jiwa, tertinggi sejak tahun 1968
Kondisi ini diperparah dengan penuaan penduduk di mana warga berusia di atas 60 tahun kini mencapai 23% dari total populasi
Menghadapi ancaman berkurangnya angkatan kerja, pemerintah China telah menaikkan usia pensiun dan menyiapkan anggaran sekitar 180 miliar yuan untuk subsidi anak serta jaminan kesehatan penuh bagi ibu hamil mulai tahun 2026
Meskipun terdapat pelonggaran aturan pernikahan yang memicu kenaikan pendaftaran pada kuartal ketiga 2025, tantangan biaya hidup tinggi di perkotaan dan jumlah perempuan usia produktif yang terus menurun diprediksi akan membuat pemulihan angka kelahiran menjadi perjalanan yang panjang dan sulit bagi Beijing
sumber: Reuters via Channel News Asia