
MALANG, 18 Januari 2026 – Event lari tahunan Emba Jetbus Run Malang 10K 2026 kembali digelar di area Balai Kota Malang, Minggu (18/1/2026). Walau diiringi rintik hujan, event lari yang mengambil start dan finish di Balai Kota Malang ini tak menyurutkan semangat pelari. Berlari sambil menjelajahi rute dengan panorama Kota Malang menjadi magnet bagi para pelari dari berbagai wilayah Nusantara.
Ajang yang diikuti oleh pelari lintas usia dan level ini terdiri dari lima kategori, yakni 10K Nasional, 10K Master 45+, 5K National, 5K Master 45+, serta 5K Pelajar (usia 14–17 tahun). Total hadiah yang diperebutkan mencapai Rp430 juta, menjadikannya salah satu event lari dengan hadiah terbesar di Jawa Timur. Selain lomba lari, kegiatan ini juga dimeriahkan dengan berbagai hiburan, senam zumba, serta kehadiran puluhan tenant bazar dan UMKM lokal yang menambah semarak suasana di kawasan Balai Kota Malang.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengapresiasi suksesnya penyelenggaraan Emba Jetbus Run Malang 10K 2026. Wahyu menyebut jumlah peserta tahun ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, dan pelaksanaan berjalan lancar tanpa kendala berarti. “Alhamdulillah dari jumlah peserta juga lebih banyak dan pelaksanaannya berjalan cukup baik, tidak ada gangguan. Animonya sangat tinggi, ribuan peserta ikut, bahkan sebenarnya bisa lebih banyak jika tidak dibatasi,” ujar Wahyu.
Wahyu berharap event ini terus berlanjut dan menjadi agenda tahunan Kota Malang yang juga akan mampu menyedot kunjungan wisata. Hal ini sejalan dengan visi misi pemerintah daerah melalui program Seribu Event serta Dasa Bakti Kota Malang, yakni Ngalam Tahes dan Ngalam Asyik. “Harapannya tahun depan akan lebih baik lagi. Cuaca juga mendukung, meski sempat geeimis, justru menambah semangat para pelari,” tambahnya.
Wahyu juga menilai fasilitas pendukung tahun ini semakin lengkap, jumlah sponsor bertambah, serta keterlibatan UMKM semakin luas. Menurutnya, event ini diharapkan memberikan multiplier effect bagi perekonomian masyarakat Kota Malang.
Sementara itu, perwakilan penyelenggara Emba Jetbus Run Malang 10K, Paulus Oliver Yoesoef, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran acara. Ia menyebut cuaca gerimis justru menghadirkan suhu yang ideal bagi para pelari. “Hari ini Emba Jetbus Run 10K terselenggara dengan baik. Secara prinsip, sekitar 90 persen rute sudah steril, meski ke depan akan kami perbaiki agar lebih maksimal,” jelasnya.
Menurut Paulus, event ini berskala nasional sehingga penyelenggaraan harus dilakukan secara profesional dari awal hingga akhir. Panitia bahkan menargetkan Kota Malang ke depan bisa dikenal sebagai destinasi wisata lari di Indonesia. Emba Jetbus Run Malang 10K direncanakan akan terus digelar setiap bulan Januari, dengan harapan menjadi pembuka kalender event lari nasional di Indonesia.
Tahun ini, peserta yang berpartisipasi mencapai 3.600 pelari, dengan komposisi 50 persen kategori 5K dan 50 persen kategori 10K. Peserta tidak hanya berasal dari berbagai daerah di Indonesia saja, seperti Lampung, Makassar, Jawa Tengah, Kediri, dan Surabaya, tetapi juga dari luar negeri, termasuk Belanda. “Target ke depan kami ingin mencapai 4.000 peserta. Tahun ini kuota 3.600 sudah penuh,” ungkap Paulus.
Dalam penyelenggaraan tahun ini, panitia juga mulai menerapkan standar cut-off time. Untuk kategori 5K ditetapkan batas waktu 60 menit, sedangkan kategori 10K memiliki cut-off time 2 jam. Hal ini dilakukan untuk memotivasi peserta dapat mencapai catatan waktu terbaiknya. “Kami ingin menuju event nasional, jadi perlu ada standar yang mendidik pelari dan juga penyelenggara,” tegasnya.