
Washington DC, Senin 19 Januari 2026- Rencana Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberlakukan UU Pemberontakan (Insurrection Act) untuk menangani demonstrasi besar-besaran yang tengah berlangsung di Minneapolis-salah satu kota terbesar di negara bagian Minnesota-, direspon Pentagon dengan menyiagakan 1.500 pasukan elit Amerika
baca juga: Ribuan Warga Minneapolis Demo Penembakan Wanita oleh Imigrasi AS
Beberapa sumber menyebut jika pasukan tersebut berasal dari dua batalion infanteri Divisi Lintas Udara ke-11 Angkatan Darat AS yang berbasis di Alaska. Washington Post melaporkan jika para prajurit diperintahkan untuk bersiap menghadapi kemungkin pengerahan jika terjadi eskalasi kerusuhan di negara bagian Minnesota
Surat kabar itu juga mengutip pernyataan Gedung Putih yang mengatakan jika apa yang dilakukan oleh Pentagon merupakan praktik standar dalam merespon segala kemungkinan keputusan Trump
Pada Selasa pekan lalu, Menteri Keamanan Dalam Negeri AS, Kristi Noem mengumumkan pengerahan sedikitnya 2.000 agen dan petugas yang disebutnya sebagai operasi imigrasi terbesar di Minnesota
Diketahui pada tanggal 15 Januari, Trump menuduh pemerintahan Minnesota berada dibalik kerusuhan besar di kota Minneapolis, dan mengancam akan menggunakan Insurection Act dalam menangani aksi unjuk rasa yang dipicu oleh kematian salah seorang warga Minneapolis yang tewas ditembak badan Imigrasi AS, ICE, pada tanggal 7 Januari lalu