
Gorontalo, 19 Januari 2026– Densus 88 AT Polri melalui Direktorat Pencegahan melaksanakan sosialisasi wawasan kebangsaan di SMA Muhammadiyah Batudaa. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 750 siswa-siswi SMA Muhammadiyah Batudaa dan bertujuan meningkatkan kesadaran mereka tentang bahayanya paham Intoleransi, Radikalisme, dan Terorisme (IRET).
“Intoleransi, radikalisme, dan terorisme adalah ancaman nyata bagi keutuhan bangsa dan negara. Kita harus waspada dan meningkatkan kesadaran kita tentang bahayanya paham-paham tersebut,” ujar Iptu Teguh Pribadi, S.E, Tim Pencegahan Densus 88 AT Polri.
Dalam kegiatan ini, Tim Pencegahan juga menjelaskan tentang ciri-ciri pelajar yang sudah terpapar oleh radikalisme dan intoleransi, seperti tidak mau ikut menyanyikan lagu Indonesia Raya, tidak mau hormat bendera, dan menganggap itu adalah sesuatu yang bid’ah atau kekafiran.
“Kita harus memahami empat pilar kebangsaan, yaitu UUD 1945, Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI, untuk memperkuat kesadaran kita sebagai warga negara Indonesia,” tambah Iptu Teguh Pribadi.
Kegiatan ini diakhiri dengan penegasan komitmen bersama untuk menjaga semangat nasionalisme dan memperkuat karakter kebangsaan.