
JAKARTA, 15 JANUARI 2026 – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pertumbuhan ekonomi Indonesia menuju Indonesia Emas 2045 akan ditopang APBN 2026 yang ekspansif dan terukur.
Untuk mewujudkannya, Menkeu menekankan pentingnya menyelaraskan tiga mesin utama penggerak ekonomi nasional yaitu kebijakan fiskal, sektor keuangan, dan investasi.
Menurutnya, ketiga mesin pertumbuhan itu harus bergerak seirama agar ekonomi nasional dapat melaju lebih cepat dan berkelanjutan.
“Target Asta Cita menuntut pertumbuhan tinggi, stabilitas nasional, dan pemerataan hasil pembangunan. Itu hanya bisa dicapai jika mesin fiskal, sektor keuangan, dan investasi berjalan selaras dan saling menguatkan,” ujar Menkeu.
Di sisi fiskal, pemerintah berfokus memastikan belanja negara dieksekusi tepat waktu, tepat sasaran, serta bebas dari kebocoran agar dampaknya benar-benar dirasakan masyarakat. Sementara di sektor keuangan, koordinasi dengan bank sentral terus diperkuat agar kebijakan moneter berjalan sejalan dengan arah fiskal pemerintah.
Adapun dari sisi investasi, pemerintah telah membentuk Satuan Tugas Percepatan Program Strategis untuk mengurai berbagai hambatan investasi. Melalui mekanisme penyelesaian debottlenecking yang dilakukan secara rutin setiap pekan, pemerintah berupaya menciptakan iklim usaha yang lebih kondusif bagi pelaku bisnis.
“Jika sistem fiskal, moneter, dan investasi ini berjalan baik dan seimbang, pertumbuhan ekonomi bisa dipercepat,” tegasnya.
Untuk mendukung visi Indonesia Emas 2045, APBN 2026 dirancang bersifat ekspansif namun tetap terukur. Belanja negara akan difokuskan pada delapan agenda prioritas, dengan tujuan memberikan dampak langsung bagi masyarakat, memperkuat fondasi ekonomi jangka panjang, serta meningkatkan produktivitas nasional.
Foto : Ist/Kemenkeu