
Jakarta, Kamis 15 Januari 2026- Harapan pengembang agar pemerintah menaikkan harga rumah subsidi sepertinya tidak terwujud, setelah Wakil Menteri (Wamen) Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Fahri Hamzah, mengungkap jika pemerintah memutuskan harga rumah yang penyalurannya melalui program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) itu, tidak ada perubahan untuk tahun ini
Menurut Fahri, hal tersebut sejalan dengan komitmen Presiden Prabowo untuk menyediakan rumah murah bagi masyarakat. “Trennya harus dibikin murah ya. Makanya di dalam kebijakan nanti ya mudah-mudahan inikan tidak naik, kita tunggu Perpresnya dulu ya,” ujar Fahri pada hari Rabu (14/1)
Lebih lanjut, Fahri mengaku jika pemerintah sedang mematangkan skema baru pembangunan rumah dengan memanfaatkan lahan milik negara, seiring rencana ke depan untuk menyediakan hunian vertikal murah di wilayah perkotaan
“Karena kita bangun di atas tanah swasta itu jatuhnya bukan rumah subsidi, karena pastimaham. KArena harga tanah, terutama di perkotaan sudah mahal,” pungkasnya
Sebelumnya pengembang mengusulkan kepada pemerintah untuk segera menaikkan harga jual patokan rumah subsidi
baca juga: Pengembang Ungkap Alasan Perlunya Kenaikan Harga Rumah Subsidi
“Setelah UMP 2026 dan inflasi dirumuskan, serta dengan mempertimbangkan daya beli masyarakat, Kementerian PKP harus segera mengevaluasi harga patokan rumah subsidi di seluruh Indonesia,” ujar Bambang Ekajaya, pengembang sekaligus Wakil Ketua Umum DPP REI, dikutip dari Bisnis.com