Skip to content

Suluhberita.com

Mencerahkan Kehidupan Bangsa

Menu
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Lifestyle
  • Olahraga
  • Politik
Menu

Akhir April Hingga Awal Mei, Ponorogo Masuki Kemarau

Posted on 29/04/2026

PONOROGO, 24 April 2026 – Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo, Masun mengatakan, curah hujan di Ponorogo diperkirakan mulai menurun hingga maksimal 50 mm per dasarian pada Dasarian III bulan April, lalu berlanjut pada Dasarian I dan Dasarian II bulan Mei. Kalau pola itu berlangsung sesuai prakiraan, maka Ponorogo secara klimatologis sudah mulai memasuki musim kemarau pada akhir April hingga awal Mei.

Masih kata Masun, sepanjang musim kemarau 2026 nanti, curah hujan di Ponorogo diperkirakan hanya berada di kisaran 201 hingga 500 milimeter. Angka ini lebih rendah dibanding musim kemarau 2025 yang masih berada di kisaran 400 milimeter. Dengan kondisi tersebut, musim kemarau tahun ini diperkirakan akan lebih kering dan cenderung mendekati pola musim kemarau pada 2024 lalu. 

Dalam siaran tertulisnya Pemkab Ponorogo, Jum’at (24/4/2026), panjang musim kemarau di Ponorogo diperkirakan berlangsung selama 16 hingga 19 Dasarian atau setara sekitar lima sampai enam bulan. Artinya, musim kemarau berpotensi berlangsung mulai Mei hingga sekitar September atau Oktober. Setelah itu memasuki masa pancaroba menuju musim hujan lagi dan perlu kesiapsiagaan sejak awal.

Di tahun 2026, BPBD Ponorogo memetakan sejumlah wilayah yang berpotensi terdampak kekeringan. Di Kecamatan Slahung, titik rawan antara lain berada di Desa Duri, Wates, Tugurejo, Senepo, Caluk, dan Slahung. Dari beberapa desa tersebut, Duri dan Wates selama ini termasuk yang paling awal mengajukan permintaan distribusi air bersih.

Kekeringan juga kerap dialami Kecamatan Sooko meliputi Suru, Klepu, dan Ngadirojo. “Sementara di Kecamatan Bungkal, wilayah yang perlu diwaspadai antara lain Desa Belang dan Munggu,” ujarnya.

Masyarakat diimbau untuk mulai meningkatkan kewaspadaan, terutama dengan menghemat penggunaan air dan menjaga kelestarian lingkungan. Kata Masun, upaya menjaga vegetasi dan menanam tanaman yang mampu menyimpan cadangan air juga menjadi bagian penting dalam menghadapi musim kemarau. “Yang terpenting adalah kesiapsiagaan sejak dini. Kalau alam kita jaga dan penggunaan air kita bijak, maka dampak musim kemarau bisa kita tekan bersama,” pungkasnya. 

Suluh Berita

Segala berita yang dapat memberikan anda informasi terkini.

Explore Topics

  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Lifestyle
  • Olahraga
  • Politik

Tag Clouds

Agoes S. Prasetyo Agus Sahat BTS bumn Danantara Indonesia DPR DPR RI Dr. Kuntadi Health Jawa Timur Jepang Kajati Jawa Timur Kajati Maluku KaktusBerita Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo Kejagung RI Kejaksaan Kejati Jawa Timur Kejati Maluku kemendag Kodam V Brawijaya KPK Lifestyle Mabes Polri Mayjen TNI Rudi Saladin Mayjen TNI Rudy Saladin Mia Amiati Music OJK Pangdam V Brawijaya Pangdam V Brawijaya Rudy Saladin Pemkot Surabaya Pilkada 2024 Polda Jatim Polres Pelabuhan Tanjung Perak Polres Probolinggo PTPN Group PTPN I PTPN X Technology tembakau TNI AD Travel unair Video

Useful Links

  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Lifestyle
  • Olahraga
  • Politik

Tag Clouds

Agoes S. Prasetyo Agus Sahat BTS bumn Danantara Indonesia DPR DPR RI Dr. Kuntadi Health Jawa Timur Jepang Kajati Jawa Timur Kajati Maluku KaktusBerita Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo Kejagung RI Kejaksaan Kejati Jawa Timur Kejati Maluku kemendag Kodam V Brawijaya KPK Lifestyle Mabes Polri Mayjen TNI Rudi Saladin Mayjen TNI Rudy Saladin Mia Amiati Music OJK Pangdam V Brawijaya Pangdam V Brawijaya Rudy Saladin Pemkot Surabaya Pilkada 2024 Polda Jatim Polres Pelabuhan Tanjung Perak Polres Probolinggo PTPN Group PTPN I PTPN X Technology tembakau TNI AD Travel unair Video

©2026 Suluhberita.com | Design: Newspaperly WordPress Theme