
Jakarta, Kamis 15 Januari 2026 – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengungkapkan sebanyak 29 desa atau kampung dinyatakan hilang akibat bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah Sumatera. Dari jumlah tersebut, Provinsi Aceh terbanyak dengan kehilang 21 desa.
“Desa yang hilang karena longsor atau karena banjir terbawa arus, Aceh memang yang terbanyak, 21 desa atau kampung yang hilang,” kata Tito dalam rapat pemerintah update penanganan pascabencana Sumatera, dikutip dari Kompas.com, Kamis (15/1/2026).
Tito meanjutkan delapan desa lainnya hilang di Provinsi Sumatera Utara sedangkan Provinsi Sumatera Barat, tidak terdapat desa yang hilang setelah dilakukan verifikasi ulang.
“Sumbar yang semula 1 tapi sudah dikoreksi, bahwa tidak ada desa yang hilang, yang ada pernah terisolasi, jadi total jumlah desa yang hilang adalah 29, 21 di Aceh, 8 di Sumut,” jelas Tito.
Selain desa yang hilang, Mendagri juga memaparkan dampak bencana terhadap infrastruktur pemerintahan desa. Tercatat sebanyak 1.681 kantor desa terdampak bencana di tiga provinsi. Itu belum termasuk kerusakan pada balai desa, pasar desa, BUMDes, serta fasilitas komunitas desa lainnya.
Aceh menjadi wilayah dengan dampak terberat, dengan 1.495 kantor desa terdampak. Sementara itu, di Sumatera Utara tercatat 64 kantor desa terdampak, dan di Sumatera Barat sebanyak 45 kantor desa terdampak.
Ketua Satgas Pemulihan Bencana Sumatera tersebut menambahkan, pemerintah pusat telah melakukan penanganan secara maksimal sejak masa tanggap darurat.
Penanganan bencana di Sumatera diperlakukan sebagai bencana berskala nasional melalui mobilisasi sumber daya lintas kementerian dan lembaga.
“Bahwa di masa tanggap darurat, pemerintah pusat sudah bekerja dengan sangat maksimal melakukan mobilisasi nasional. Jadi diperlakukan dengan menghadapi bencana nasional, mulai Selasa 25 November pengerahan terjadi, bukan hanya organik dari tiga provinsi tapi juga ribuan pasukan TNI Polri BKO termasuk sembako, peralatan, helikopter, kapal karet untuk kepentingan evakuasi,” pungkasnya.